Trik 'Membaca' Isi Hati Pewawancara saat Wawancara Kerja

Bos setiap generasi memiliki kualifikasi yang berbeda ketika menerima karyawan. Salah satu cara sukses wawancara adalah mengetahui isi hati dari si perekrut.


Strategi apa yang dapat kita gunakan agar lebih disukai perekrut dalam perusahaan? Nah ikuti tips dari John B. Molidor, Ph.D dan Barbara Parus berikut. Mereka menyarankan untuk mengetahui terlebih dahulu yang akan mewanwancarai Anda berasal dari generasi tahun berapa.

Pewawancara Generasi Y ( Usia 20-30 tahun)

Perlu diketahui bahwa orang-orang generasi milenial atau sering disebut gen Y adalah orang-orang pengguna teknologi. Bahkan faktanya, generasi Y tidak begitu berfungsi tanpa teknologi digital. Mereka paling banyak menilai berdasarkan kemampuan untuk mengirim dan menerima informasi dengan cepat.

Bawalah contoh nyata dari pekerjaan Anda ( portofolio), garisbawahi kemampuan multitasking Anda yang mampu mengerjakan banyak proyek dengan efisien. Namun, jangan pernah berasumsi karena gen Y adalah orang yang muda mereka tidak bisa memegang posisi pemimpin di kantor.

Pewawancara Generasi X ( Usia 30-50 tahun)

Orang-orang Gen X menggantikan baby boomers di posisi top perusahaan. Umumnya, mereka memiliki sisi sebagai pengguna teknologi. Gen X sangat kreatif dan bekerja sesuai passion, dan mereka cenderung menuntut orang lain memiliki daya kerja yang sama. Mereka sangat peduli dengan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.

Pastikan Anda memperkenalkan diri sebagai orang yang kreatif dan idealis. Jika sebuah topik tentang kehidupan pribadi muncul, sebutkan bagaimana keseimbangan hidup sangat mempengaruhi profesionalitas dan kesuksesan pribadi Anda.

Jangan sampaikan pada pewawancara kalau Anda butuh pegangan dan bimbingan, karena gen X sangat menghargai kemampuan seseorang yang dapat bekerja mandiri.

Pewawancara generasi Baby Boomer (Usia 50-70 tahun)

Pewawancara dari generasi baby boomers percaya bahwa kerja keras, pendidikan, dan intelegensi adalah hal yang paling penting dalam pekerjaan. Kegigihan dan rasa hormat pada atasan adalah hal yang penting bagi mereka.

Banyak pewawancara dari generasi ini yang suka dengan tipe pekerja keras, punya tujuan, dan memiliki keinginan untuk belajar. Selain itu, mereka lebih senang dengan penghormatan Anda pada mereka melalui keinginan untuk belajar dan dibimbing oleh mereka.

Namun, jangan pernah berlagak pintar di depan mereka. Ucapkan rasa terimakasih atas kesempatan dan waktu yang telah diberikan pewawancara pada Anda.

Pewawancara Silent Generation ( Usia 70-90)

Seperti baby boomers, generasi ini sangat menghargai kerja keras untuk meraih kesuksesan finansial. Nyatanya, mereka memang sangat berpengalaman dan sangat berorientasi pada keluarga, kerja keras, dan realitas. Mereka cenderung menghargai kerja sama dan kesetiaan pada perusahaan.

Saat wawancara dengan generasi seperti ini, usahakan jabat tangannya dengan kuat dan berikan kontak mata yang kuat. Tunjukkan rasa hormat Anda pada mereka dan bawalah contoh kesetiaan dan komitmen Anda di pekerjaan sebelumnya.

Ketika ditanyai mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya, berikan alasan untuk semakin maju dalam karir. Jangan menjelek-jelekkan perusahaan dan rekan kerja lama Anda. Selain itu, usahakan agar jangan memotong pembicaraan si pewawancara sekalipun Anda sangat senang dan bersemangat. Mereka menganggap Anda tidak menghargainya dan tidak bisa menguasai diri. 

Sumber : Businessinsider.co.id 

Posting Komentar