Gunung Ratu, Wisata Alam Berbau Mistis Di Lamongan

Lamongan adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Timur. Daerah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.

Pusat pemerintahan Lamongan terletak 50 km sebelah barat Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.Lamongan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbang Kertosusila.


Lamongan sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai tempat wisata dengan pemandangan yang sangat indah, apalagi jika anda berkunjung ke daerah Ngimbang. Di kecamatan Ngimbang sendiri sebenarnya juga terdapat satu objek wisata menarik yang sangat sayang jika dilewatkan. Objek wisata tersebut adalah makam gunung ratu.

Mendengar kata ‘makam’ jangan parno atau takut lebih dulu ya. Sebab jika sudah menginjakkan kaki di puncak gunung ratu, para wisatawan akan disuguhkan dengan panorama alam yang hijau, fasilitas tempat duduk dan juga yang menjadi pusat perhatian yaitu sejarah, kepercayaan dan sejarah yang masih melekat kuat di objek wisata di Ngimbang ini.

Di atas puncak Gunung Ratu Ngimbang terdapat sebuah makam yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai makam Dewi Andong Sari yang dalam salah satu cerita masyarakat dianggap sebagai ibu dari Patih Gajah Mada.

Menurut cerita, Dewi Andong Sari merupakan salah satu selir Raden Wijaya, Raja pertama Majapahit. Karena difitnah telah hamil di luar nikah, Dewi Andong Sari kemudian dibuang dari kerajaan. Bahkan ada yang menyebutkan Dewi Andong Sari akan dibunuh di tempat tersebut.
Disebutkan dalam cerita, Dewi Andong Sari tidak jadi dibunuh tetapi hanya diasingkan. Ibunda Patih Gajah Mada itu diasingkan di atas bukit di tengah hutan. Bukit ini yang kini disebut sebagai Gunung Ratu.

Makam Dewi Andong Sari ini berada di dalam sebuah bangunan dengan desain yang cukup unik. Di sekitar makam Dewi Andong Sari dihiasi payung – payung berwarna kuning yang mirip dengna payung kerajaan. Selain terdapat makam Dewi Andong Sari, di dalam bangunan ini juga terdapat lima batang pohon dengan ukuran yang sangat besar. Kelima batang pohon ini dibiarkan tumbuh sehingga terlihat kelima batang pohon tersebut menembus atap bangunan makam Dewi Andong Sari.

Suasana di sekitar makam Dewi Andong Sari sangat kental akan nuansa nasional. Begitu banyak bendera merah putih yang dipasang seperti yag terlihat di dinding, atap dan beberapa batang pohon besar di sekitar makam. Tidak ketinggalan, foto bung Karno lengkap dengan garuda di sebelahnya. Warna merah putih juga banyak terdapat di luar makam seperti yang dipasang di beberapa batang pohon dan juga fasilitas tempat duduk.


Tepat di sebelah bangunan makam Dewi Andong Sari, terdapat makam binatang kesayangan Dewi Andong Sari yaitu kucing dan juga musang putih. Namun beberapa masyarakat sekitar ada yang mengatakan makam tersebut merupakan makam macan dan juga kucing. Dari dua hewan tersebut kemudian terciptalah nama desa Cancing yang berada di kaki bukit gunung Ratu.

Untuk menuju ke puncak Gunung Ratu, pengunjung harus melewati seratusan anak tangga. Ada sebuah mitos menarik jika anda menaiki anak tangga tersebut. Cobalah hitung berapa jumlah anak tangga dari yang paling bawah hingga yang paling atas dan coba bandingkan jumlah anak tangga yang anda dihitung. Masing – masing pengunjung akan mendapati hasil yang berbeda dari hasil hitungan jumlah anak tangga menuju puncak Gunung Ratu.

Bagaimana, apakah anda tertarik berkunjung kesini? Yuk, bertualang yang penting sopan!

Tag :
  • pesugihan gunung ratu lamongan
  • wisata gunung ratu lamongan
  • misteri gunung ratu lamongan
  • situs gunung ratu lamongan
  • asal usul gunung ratu lamongan
  • sejarah gunung ratu ngimbang lamongan
  • legenda gunung ratu lamongan
  • gunung ratu di lamongan
  • makam gunung ratu lamongan
  • gunung ratu ngimbang lamongan

Posting Komentar