Tips Dan Cara Agar Usaha Warung/ Kedai Kopi Selalu Ramai Pembeli

Membuka usaha kuliner saat ini memang sangat menjanjikan bagi para pelaku bisnis. Membuka warung kopi atau kedai misalnya. Menjamurnya kedai-kedai kopi bukan hanya di kota-kota besar saja, tapi hampir di seluruh pelosok negeri. Dan persainganya pun begitu ketat.

Saya yakin, anda pasti tertarik?

Sahabat, bagi anda yang ingin membuka usaha atau anda yang sudah menjalani bisnis ini namun belum maksimal, alangkah baiknya anda membaca tips-tips yang saya berikan nanti. Tips ini, berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya yang berkecempung di dunia kuliner, terutama warung dan kedai kopi.




1. Produk : Enak, Tidak Enak?

Tentu yang pertama harus di koreksi dan di persiapkan adalah produk/ minuman/ makanan yang anda jual. Karena bisnis anda adalah berjualan, jadi sudahkah makanan/ minuman yang anda hidangkan nanti sudah layak untuk di konsumsi pembeli?

Anda harus melakukan riset, ajak teman atau saudara untuk mencicipi dagangan anda. Kemudian mintalah pendapatnya, kira-kira enak apa tidak. Ajaklah beberapa orang, karena lidah orang beda-beda. Paling tidak mintalah pendapat dan masukan dari sepuluh orang. Jika 7 dari 10 orang mengatakan enak dan layak di jual, maka langkah pertama anda sudah lolos.

Kalau rasa racikan kopi yang anda buat belum enak, anda wajib belajar sampai menemukan sajian kopi yang bisa membuat orang ketagihan.

Oh iya, jangan lupa menyuruh teman/ saudara/ orang lain yang mencicipi produk anda tadi untuk mengatakan yang sejujurnya. Kalau enak ya enak, kalau tidak enak ya tidak enak. Karena bisa jadi mereka sungkan mengatakan kalau memang produk anda tidak enak. Anda pasti mengerti maksud saya, kan?


2. Harga : Pantasnya Berapa?

Siapapun pasti tahu kalau harga sangat-sangat berpengaruh, bahkan jangan-jangan anda sendiri pernah kesal sewaktu ke kedai atau warkop (yang tanpa menyediakan harga menu) saat hendak membayar, harganya tidak masuk akal, mahal! Seketika anda langsung menyumpahi "nggak bakal deh, jajan disini lagi!"

Kembalikan ke diri anda. Posisikan anda juga sebagai pembeli. Berikan harga yang sesuai dengan apa yang pembeli dapatkan di warung kopi anda. Sesuaikan dengan lokasi juga, jika tempat anda di lokasi yang cukup strategis dan semua orang tahu bahwa lokasi ini memang mahal, harga di naikan sedikit tidak masalah. Yang penting, carilah untung sewajarnya, senormalnya dari banyaknya kunjungan pembeli.

Ingat, jangan pernah menaikan harga karena warung anda sepi dan butuh mengembalikan modal secepatnya. Percayalah, orang akan menyumpahi, mereka sebagai pembeli tidak akan kembali lagi ke tempat anda. Bahkan pelangganpun satu-persatu akan hilang.

3. Lokasi : Dimana Yang Cocok?

Poin yang ini sudah saya singgung sedikit di atas. Ya, lokasi. Pernahkah anda malas membelokkan kendaraan saat ingin mampir ngopi? Nah, hal ini bisa jadi karena tidak ada parkiran yang cukup luas, tidak terjangkau kendaraan (gang sempit) atau letaknya di pinggir jalanan penuh macet. Sudah pasti orang akan enggan mampir, kecuali kalau sudah menjadi pelanggan setia.

Posisikan juga diri anda sebagai pembeli. Dari penjelasan di atas anda pasti mengerti maksudnya, anda tidak akan mampir ke warung tersebut karena lokasinya yang tidak strategis. Kalaupun mampir juga karena terpaksa kan? karena paksaan ajakan teman misalnya, dan selanjutnya anda akan malas berkunjung lagi.

Jadi, buat anda yang ingin memulai usaha ini, janganlah tergesa-gesa dulu. Carilah tempat yang strategis, nyaman, ada lahan parkir, dan mudah di jangkau oleh siapa saja. Saya tekankan lagi "lokasi yang mudah di jangkau oleh siapa saja". Bukan di tengah hutan.

4. Kenyamanan : Nyaman Yang Bagaimana?

Kadang pembeli datang ke warung atau kedai kopi hanya untuk bersantai. Seperti saya misalnya. Kadang saya tidak membutuhkan rasa dari makanan atau minuman yang dijual di warung tersebut, tapi kenyamanan. Nyaman, mencari adanya ketenangan setelah lelah dengan rutinitas.

Sekali lagi anggap anda sebagai pembeli. Anda tidak akan nyaman jika mendengar musik terlalu keras yang di putar oleh si pemilik warung. Jangankan ngobrol panjang bersama kawan, mengucap beberapa kata saja suara anda sudah hilang di telan kerasnya musik.

Banyak sekali kita jumpai warung atau kedai kopi seperti ini. Ingat, tidak semua orang menyukai genre musik yang anda putar, tidak semua orang suka musik. Jangan picik, jika anda ingin menyuguhkan musik, sesuaikanlah dengan telinga indonesia yang mengglobal. Kecuali warung anda khusus untuk pecinta musik cadas, sah-sah saja.

Orang ke warung/ kedai kopi tidak hanya untuk minum atau makan. Banyak tujuanya, terutama nongkrong dan "mengobrol" membahas ini itu. Jangan merusak obrolan mereka dengan hal seperti di atas. Jujur, saya juga berisik kalau mendengar musik yang terlalu keras saat ngopi: tidak nyaman. Ini kedai kopi, bukan diskotik!

Sebenarnya banyak hal yang harus anda perhatikan tentang kenyamanan. Tapi hal yang saya uraikan di ataslah yang paling membuat pengunjung tidak nyaman. Kalau tidak nyaman, mana mungkin mereka akan kembali lagi ke kedai kita sebagai pelanggan?

5. Pelayanan : Melayani Apa?

Ini adalah bagian yang juga sangat penting bagi anda yang mau membuka usaha warung/ kedai kopi. Bagi yang sudah menjalani pun juga penting. Pelayanan kita harus baik terhadap pelanggan, karena seperti kata pepatah "pelanggan adalah raja". Jadi, dari pelangganlah anda mendapat nafkah.

Pernahkah anda melihat penjual yang lelet? suka mengolor waktu jika ada pembeli yang memesan makanan atau minuman. Saya pernah dan sangat sering, malah di tinggal main game. Dengen mengatakan "tunggu mas, tunggu bentar ya" Si penjual masih berkutat dengan game di smartphone. Kalau anda sebagai pembeli bagaimana? kesal? Kalau saya: iya!

Pernahkah anda membayar dengan uang besar (lembaran seratus ribu) saat ngopi? dan kemudian si penjual berkata "apa nggak ada uang pas? ngggak ada kembalianya" Dan mimik wajahnya agak kesal. Saya yakin anda pernah menemui fenomena ini, dan diri anda membatin: Kalau ada uang kecil saya nggak mungkin mecah uang besar!

70% wajah penjual-penjual itu saat mengatakan hal tersebut pasti tidak enak di lihat. Sebagai pembeli, pasti membatin lagi: Salah sendiri jualan nggak niat, uang kembalian nggak di siapkan! Dan pembeli akan risih. Dan tak akan kembali lagi.

Anda sebagai penjual/ atau anda yang sudah merekrut pegawai, usahakanlah tersenyum, layani pembeli sebaik mungkin. Jangan mentang-mentang usaha anda sudah ramai, lalu anda mengabaikan poin tentang pelayanan. Saya jamin, pelanggan anda akan kabur, dan bisa jadi membawa kabar kepada pelanggan anda yang lainya bahwa di warung/ kedai kopi anda pegawainya tidak ramah, wajahnya cemberut, dan segala hal yang negatif dari pelayanan anda.

6. Fasilitas : Harus Gratis!

Salah satu penunjang untuk meramaikan warung/ kedai kopi adalah memberikan fasilitas. Apa saja? bisa toilet, pembeli tidak harus bingung jauh-jauh mencari toilet umum di daerah kedai kopi anda, mereka juga tidak perlu pulang. Dan mereka tentunya akan merasa nyaman.

Wifi dan Televisi sekarang ini juga sangat wajib di sediakan oleh pelaku bisnis warung/ kedai kopi. Kenapa? karena kita hidup di jaman internet, segalanya mudah, dunia bagai genggaman. Kalau warung/ kedai kopi anda menyediakan fasilitas ini, saya yakin akan lebih ramai pelanggan.

Jujur, kalau saya ingin ngopi, saya akan memilih mampir ke warkop/ kedai kopi yang menyediakan fasilitas tersebut, semata-mata untuk menghemat kuota paket internet di Smartphone. Oh iya, jangan lupa pula sediakan terminal/ colokan listrik agar pelanggan anda betah berlama-lama dan kemungkinan besar akan menambah pesanannya lagi.

Sahabat, itulah 6 point Tips Agar Warung/ Kedai Kopi Selalu Ramai Pembeli yang menurut saya sangat penting untuk di terapkan bagi anda yang ingin menjalani bisnis ini. Saran saya, selalu posisikan anda sebagai pembeli agar anda bisa mengerti keinginan hati sang pelanggan. Jika banyak pelanggan dan pembeli, maka anda akan semakin banyak mendapatkan pundi-pundi.

Selamat mencoba usaha baru, saya do'akan agar anda sukses. Jika artikel ini membantu dan bermanfaat, tidak ada salahnya anda membagikan artikel tips ini ke teman atau saudara anda yang ingin sukses di bisnis warung/ kedai kopi. Maju bersama, sukses bersama!

16 Responses to " Tips Dan Cara Agar Usaha Warung/ Kedai Kopi Selalu Ramai Pembeli"

  1. Balasan
    1. Sama-sama gan, semoga usaha warung kopinya bisa laris manis dan banyak pengunjung. Dan kalau sudah sukses jangan lupa untuk sedekah.

      Hapus
  2. Sama-sama ya, semoga warungnya makin rame

    BalasHapus
  3. Makasih min.. Semoga menjadi amal ilmu yang di berikan

    BalasHapus
  4. Keren bngt tipsxa mantab pas bngt q mau bukak warkop ada info yg begini merasa trbantu sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, utamakan kenyamanan ya gan! Sukses buat warkop barunya

      Hapus
  5. Makasih min atas masukannya semoga bermanfaat bagi saya dan lainnyaaa amiiiin

    BalasHapus
  6. Yg di idam"kan ini sesuatu saya bikin otaku terbuka sepuasnya dunia.
    Terimakasih banyak tip nya.

    BalasHapus
  7. Tapi kadang,anak zaman now banyak yg gak ngertiin orang lain juga,kadang di siapin free wi-fi,ehh malah berlama -lama main games sama rombongannya udah gitu cuma beli minum doang,bisa 3-4 jam, dg tempat yg sempit,dan suka teriak se enaknya,di malam hari pula,menuh2in parkiran,sehingga pengunjung lain enggan untk masuk krn katanya rame banget, duh....bungung juga,krn tempat kami warkop,bukan cafe' yg minumannya hanya kisaran 3- 6 rb,gimana solusinya gan,? Krn keramahan kita justru menjadikan customer merasa bebas,sprti di tmpt sendiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan bagus gan.

      Begini, saya pernah ngopi dengan suasana yang demikian seperti yang agan ceritakan.

      Caranya, silahkan agan tanyakan ke mereka, "Mas gelas/ piringnya sudah?" Pasti dia akan merasa kok gan, tapi ingat ya, agan tanyanya harus baik2 dengan senyum pula agar tetap terlihat ramah.

      Hapus